Tampilkan postingan dengan label PUISI-PUISI ZEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI-PUISI ZEN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2015

KAYUTANAM





siapa yang bisa lolos dari sihir ini?

aku merasa tak ada lagi hari
setelah kereta jenazah itu berangkat
gerimis mengunci kotamu
di kamar, tempat puisi disucikan
dari darah dan ingar, para pencinta
mengemplang pundi-pundi airmata
mengalir tiga luhak kenangan
mayatku kembali kelonjotan
tersengat cinta tujuh malam
beri aku ciuman candu!
di hutan-hutan sekarat kabut dan cahaya bersitegang
siapa yang lebih lama bertahan
: api hitam atau gerimis biru
lalu, seperti para penemu benua baru
kaukibarkan bendera
kaudagingkan belulangku
kautiupkan nyawaku